MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK SN2

            Reaksi substitusi merupakan bentuk reaksi kimia yang menggantikan suatu atom dengan atom lainnya. Selain itu, reaksi substitusi juga merupakan salah satu reaksi penting dalam kimia organik. Dalam kimia organik, reaksi substitusi dikelompokkan menjadi substitusi nukleofilik dan substitusi elektrofilik. Namun pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas mengenai reaksi substitusi nukleofilik. Terutama pada reaksi substitusi nukleofilik SN2.
            Dalam mekanisme reaksi substitusi nukleofilik SN2, salah satu ikatan terputus dan satu ikatan lainnya terbentuk secara bersamaan atau yang sering disebut dengan suatu reaksi yang terjadi dalam satu tahapan reaksi yang dapat digambarkan dengan gambar berikut :





            Nukleofil menyerang dari belakang ikatan C-X.pada keadaan transisi, substitusi akan terjadi ketika nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon. Ketika gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan electron, maka nukleofil akan memberikan pasangan electron untuk dijadikan pasangan elektron dengan karbon.
            Mekanisme reaksi SN2 hanya terjadi pada alkil primer dan sekunder. Nukleofil yang dapat menyerang adalah nukleofil kuat seperti OH-, CN- dan CH3O-. penyerangan dilakukan dari belakang. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh reaksi mekanisme SN2 bromoetana dengan ion hidroksida berikut ini :





Permaslahan :
1.    Mengapa reaksi substitusi nukleofil SN2 terbentuk secara bersamaan ?
2. Bagaimana pengaruh gugus pergi terhadap reaksi substitusi SN2 ?
3. Mengapa nukleofil yang dapat menyerang hanya nukleofil kuat  ?

Komentar

  1. Saya Neng Early Oktavia
    Nim A1C117044
    Akan bantu menjawab permasalahan No 3

    Pada reaksi substitusi Nukleofilik SN2 harus menggunakan Nukleofil kuat karena kekuatan nukleofil dapat mengubah mekanisme reaksi yang dilalui oleh suatu reaksi substitusi nukleofilik. Nukleofil bermuatan negatif lebih kuat dibandingkan nukleofil bermuatan netral. Nukleofil kuat akan mempercepat terjadinya mekanisme suatu reaksi, karena mekanisme reaksi bergantung pada konsentrasi nukleofil, itulah sebab pada reaksi substitusi nukleofilik SN2 hanya berlangsung dalam satu tahap. Apabila Nukleofil yang digunakan adalah nukleofil lemah maka kemungkinan besar mekanisme reaksi yang terjadi akan berlangsung dalam dua tahap seperti Reaksi SN1

    BalasHapus
  2. Nama : Rahma
    Nim : A1C117018
    Saya akan menjawab permasalahan no 2
    Kereaktifan reaksi SN2 bergantung pada energi ikatan karbon halogen dan kebasaan ion halida. Gugus pergi pada reaksi SN2 ini adalah golongan halogen.
    Gugus pergi yang baik adalah gugus yang mampu menstabilkan muatan negatif saat keadaan transisi. Semakin besar kemampuan gugus pergi untuk menstabilkan muatan negatif pada saat keadaan transisi maka dapat menghasilkan energi yang rendah pada keadaan transisi sehingga reaksi SN2 dapat berlangsung.

    BalasHapus
  3. Nama : cindy felia agam
    Nim : A1C117046

    Saya akan membantu menjawab permasalahan no.1
    Jadi reaksi nukleofilik itu merupakan jenis reaksi mekanisme dalam kimia organik. Kemudian mekanisme ini juga ada salah satu ikatan terputus dan ada 1 ikatan lainnya terbentuk secara bersamaan mengapa demikian ? Dikarenakan ada 2 ikatan yang sedang bereaksi dimana ikatan tersebut terlibat dalam suatu tahapan yang lambat maka hal tersebut dapat mengarahkan pada subtitusi nukleofilik ( biomolekular) Untuk tahapan substitusi nukleofilik bimolekular, SN2 menyerang dari belakang ikatan C-X. Pada keadaan transisi, nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana substitusi akan terjadi pada saat gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan elektron. nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan pasangan elektron karbon.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini