MEKANISME REAKSI ELIMINASI E1
Reaksi E1 hampir sama dengan reaksi substitusi nukleofilik SN1. Dimana, pada reaksi ini reaksi berlangsung secara dua tahap. Selain itu, reaksi E1 ini biasanya terjadi pada alkil halida tersier saja. Namun terkadang ada juga yang terjadi pada alkil halida sekunder. Pada reaksi E1 ini, laju reaksinya ditentukan oleh konsentrasi dari alkil halidanya karena reaksi E1 ini reaksinya terjadi pembentukan karbokation. Seperti yang kita ketahui bahwa, jika suatu reaksi terjadi pembentukan karbokation, maka reaksinya akan berlangsung secara lambat atau berlangsung secara dua tahap. Suatu zat antara yang tidak stabil dan berenergi tinggi biasanya disebut dengan karbotion. Dimana, karbokation inilah yang memberikan suatu proton kepada basa dalam reaksi eliminasi E1, sehingga reaksinya berubah menjadi alkena.
Mekanisme reaksi eliminasi pada tahap 1, biasanya menjadi penentu laju reaksi keseluruhan, dengan laju reaksi yang hanya terpaku pada konsentrasi alkil halidanya saja. Agar lebih jelasnya bisa di lihat pada gambar di bawah ini :
Sedangkan pada tahap kedua biasanya basa mengambil sebuah proton dari suatu atom karbon yang terletan secara berdampingan dengan karbon positif. Sehingga membuat elektron ikatannya bergeser kea rah muatan yang positif. Karbon tersebut mengalami rehibridisasi yang awalnya pada keadaan sp3 menjadi keadaan sp2 yang membuat reaksi tersebut berubah menjadi suatu reaksi alkena. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Jika suatu reaksi E1 berlalngsung dengan cara lewat zat antara karbokation, maka alkil halida tersiernya lebih cepat dibandingkan dengan alkil halide yang lainnya.
PERMASALAHAN
1. Faktor apa saja yang membuat reaksi E1ini berlangsung secara dua tahap ?
2. Apa yang membedakan reaksi E1 dengan E2 ?
3. Apakah E1 dengan SN1 itu sama ? jelaskan !



Saya Vinni Sridayanti Nim A1C117030 akan mencoba membantu menjawab permasalah no. 2
BalasHapusperbedaan antara reaksi e1 dan e2 dapat kita lihat dari mekanisme reaksinya, reaksi e1 mengalami 2 tahap reaksi yaitu ionisasi dan deprotonasi, dlangsungkan dalam suasa asam lemah dan membutuhkan intermediet karbokation.
sedangkan untuk reaksi E2, perlu diperhatikan nukleofil yang digunakan, pada reaksi E2 ini nukleofil yang gunakan harus basa kuat karena jika basa lemah maka yang terjadi adalah reaksi subsitusi pada SN2.
Saya Riska dengan Nim (A1C117076) saya akan mencoba menjawab permasalahan nnomor 3, apakah reaksi E1 sama dengan SN1, jawabannya iya karna pada reaksi E1 mirip dengan reaksi SN1 yang sama-sama menggunakan intermediat karbonkation.
BalasHapusSaya : MUHAMMAD RIFKY SAIFUDDIN
BalasHapusNIM : A1C117080
Saya mencoba menjawab pertanyaan no. 1....
Salah satu faktor yang mempengaruhi E1 terjadi dengan 2 tahap adalah, gugus lepas yang sempurna, artinya gugus tersebut dengan mudah terlepas dari ikatan karbon. ini terjadi pada tahap pertama saat pembentukan suatu karbokation oleh atom C, Faktor berikutnya basis yang lemah, artinya nukleofil yang bertindak sebagai basa lemah, akan menyerang karbokation. Jika bukan basa lemah yang menyerang, maka apabila basa kuat yang terlibat, akan terjadi proses eliminasi 1 (E1).